“nomor kursi 04”
“nomor kursi 04 ada di barisan paling depan ya, selama menikmati perjalanan anda”
“baik, Terima kasih banyak”
Hari itu, adalah paragraf pertama pertemuan kita.
Lampu dimatikan, kursi dibaringkan. Ku begitu menikmati suasananya.
Pemerannya yang cantik, alur ceritanya yang begitu berwarna, juga latar yang dengan jeli kau gambarkan.
Dari mulai tertawa, menangis, sampai dititik diam seribu bahasa. Waah, film yang ku tonton di pesawat ini benar benar mempermainkan perasaan ku laik-nya kereta coaster.
Sampai akhirnya petugas di pintu 1 berteriak, “Terima kasih telah mempercayakan kami untuk melayani perjalanan anda, semoga selamat sampai tujuan”
Ku tak pernah benar benar percaya, perjalanan dengan jangka durasi selama 7 tahun itu telah sampai pada kota ‘bersambung’ dengan singkatnya.
“gue izin pergi dari ruang ini ya, semoga kedepannya lu baik baik aja tanpa gue dikursi itu”
“sekarang gue yang harus menjadi penonton atau bahkan korban dari setiap episode pamit orang lain, ra. Harusnya gue bisa paham dan lebih ngerti”
“maaf kalo gue pernah jadi alasan jatoh bangunnya kehidupan lo. Mulai sekarang ikat kuat kuat tali sepatunya ya, biar gak kesandung lagi. Bagaimanapun juga gue akan selalu jadi yang kanan untuk sepatu kiri lo”
Comments
Post a Comment