Diam tanpa berkutip, berjalan tanpa mengintip.
Ketika patung hidup itu ditanya, ia akan menjawab;
“aku memang diperintahkan untuk ini”
Kalo begitu, mari kita awali dengan pesan pasukannya.
Katanya, pelatihan ini tidak pernah mengenali apa itu rencana.
Berisik untuk terbiasa, dan sunyi sebagai tanda bahaya.
“berarti ada musuh dihadapan kita” begitu tuturnya.
Syukurlah, aku terlahir sebagai manusia yang begitu tinggi rasa penasarannya.
“komandan, apa kunci kekuatan yang sebenarnya kita gali dari pelatihan ini?”
“belajarlah untuk mandiri, belajar untuk menelan setiap suapan manis dan pahit dengan suka hati, berusahalah meski kau sudah terjamin kemenangannya, dan jangan lupa ceritakan semua yang baik Ketika kamu pulang nanti.”
Begitu jelas komandan.
Menyimpannya dalam satu wadah kuasa.
Diracik begitu lezat dengan merahnya bunga mawar sebagai pelengkap warna.
Tak luput dari senyuman si pensaji,
Yang bekal makan siang ini akan selalu antusias ku nikmati.

Comments
Post a Comment